Lompat ke isi utama

Berita

Diskusi Pendidikan Pengawasan Partisipatif Dalam Jaringan dilaksanakan di Tiga Titik

Pimpinan dan staff ikuti diskusi terkait P20 via zoom

Pimpinan dan staff ikuti diskusi terkait P2P via zoom

Tolitoli, 8 November 2025 — Bawaslu Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan Diskusi Pendidikan Pengawasan Partisipatif Dalam Jaringan yang di gagas oleh Bawaslu Republik Indonesia untuk di laksanakan sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas melalui ruang digital. 

Kegiatan yang di laksanakan oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah bersama Jajaran Sekertariat secara daring ini digelar di tiga titik secara bersamaan diantaranya Bawaslu Kabupaten Tolitoli, Poso dan Parigi Moutong, dalam giat tersebut di ikuti oleh peserta Pendidikan pengawasan partisipatif yang berjumlah kurang lebih 120 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan alumni Sekolah kader pengawasan partisipatif (SKPP) dengan mengangkat tema “Berfungsi Bergerak untuk Pemilu 2029 yang bermartabat”. 

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan masyarakat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah Dewi Tisnawaty dalam sambutannya menekankan pentingnya pengawasan pertisipatif dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana edukasi dan pelaporan dalam proses pengawasan. 

Pengawasan partisipatif di era digital menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pengawasan pemilu. Masyarakat dapat menggunakan media sosial dan platform digital untuk melaporkan dugaan pelanggaran secara cepat dan transparan, namun tetap harus menjaga etika serta memastikan kebenaran informasi yang disampaikan,” ujarnya. 

Selain itu, diskusi ini juga membahas tentang catatan kritis, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, serta etika bermedia sosial dalam konteks politik. Narasumber dari Pegiat Demokrasi dan Anti Korupsi Arif Nur Alam turut hadir mendorong agar Peserta P2P ini bisa menjadi pengawas aktif sekaligus agen literasi politik di lingkungannya. 

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Amriadi menambahkan bahwa pengawasan berbasis jaringan merupakan bentuk inovasi Bawaslu untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. 

Bawaslu Tolitoli berkomitmen membangun jejaring relawan digital pengawas pemilu agar sinergi antara lembaga dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan berintegritas,” jelas amri. 

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Tolitoli berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga negara. 

Dengan pengawasan partisipatif dalam jaringan, kita wujudkan demokrasi digital yang sehat dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis: Humas