Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Tolitoli Hadiri Launching Buku Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pilkada Tahun 2020

Ketua Bawaslu Tolitoli Hadiri Launching Buku Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pilkada Tahun 2020

Tolitoli- Bawaslu Kabupaten Tolitoli, Ketua Bawaslu Kabupaten Tolitoli Fajar Syadik menghadiri kegiatan launching Buku Kajian Evaluatif penanganan pelanggaran pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 secara daring yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia. Kamis (26/08/2021)

Buku ini membahas tentang bagaimana bawaslu mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan yang dilaksanakan ditengah mewabahnya pandemi covid-19. Serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat terhadap penanganan pelanggaran pemilu oleh bawaslu.

Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo menyampaikan buku ini banyak menyajikan segala bentuk pelanggaran yang menjadi kewenangan Bawaslu. Menurutnya perlu dilakukan penataan agar tidak terjadi pergeseran kewenangan terhadap penanganan pelanggaran pemilu.

Pelaksanaan pilkada tahun 2020 dalam suasana pandemi, menjadi sejarah pertama diselenggarakannya pemilu dengan suasana yang berbeda. Tentu menjadi tantangan tersendiri karena penerapan protokol kesehatan menjadi kewajiban dalam pelaksanaannya. Namun penyelenggara bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga pilkada tidak menjadi klaster baru dalam pandemi ini.

Ketua Komisi II DPR RI  Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan “Saya berharap buku ini bisa tersebar luas kepada masyarakat yang menyajikan informasi yang lengkap, hal ini akan sangat berpengaruh terhadup pembangunan proses demokrasi kita. Kita masih memiliki waktu untuk menghadapi pemilu Tahun 2024 yang lebih kompleks. Kita masih dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan pelangggaran pemilu”. Pungkasnya

“Buku ini akan segera didistribusikan ke Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Rencananya kami juga akan bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk sosialisasikan kepada mahasiswa agar menyentuh ke seluruh elemen”. tutup Ratna Dewi