Hari Raya Kurban Sebagai Lompatan Spiritualitas, Refleksi Kemanusiaan
|
#sahabatbawaslu – Pasca Idul Adha 1445 H / 2024 M yang kita peringati tiap tahun, adalah limpahan keberkahan dan kegembiraan yang luar biasa. Meski, hari raya kurban pada awal sejarahnya, diwarnai kesedihan dari proses pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail, kepasrahan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Tahun ini penyembelihan tiga ekor sapi tapatnya bombolayang Kelurahan
Tuweley Kecamatan Baolan, dihadiri ketua dan dua anggota serta pegawai Bawaslu
Kabupaten Tolitoli pada selasa (18/6/2024),
Perayaan Idul Adha penuh dengan kebersamaan dan kehidmatan.
Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Tolitoli Fajar Syadik, “Hari
raya yang juga dikenal sebagai Hari Raya Haji ini bukan hanya sekadar perayaan,
tetapi sebuah momen yang mengajarkan nilai-nilai spiritual yang mendalam.
Ibadah kurban yang menjadi inti dari Idul Adha bukan hanya tentang pengorbanan
hewan, tetapi juga pengorbanan diri untuk kebaikan sesama dan hubungan yang
lebih erat dengan Sang Penciptaâ€. Ungkapnya
Ditambahkan pula hari raya kurban mengajarkan kita untuk
tidak hanya memperhatikan kebutuhan pribadi, tetapi juga kebutuhan orang lain
di sekitar kita. Ketika seseorang memilih untuk berkurban, ia mengorbankan
sebagian dari harta yang dimilikinya untuk diberikan kepada yang lebih
membutuhkan. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya berbagi rezeki dan
menjalin kepedulian sosial dalam masyarakat. Dalam konteks ini, Idul Adha tidak
hanya menjadi momen untuk merayakan kebesaran Allah, tetapi juga untuk
merenungkan bagaimana kita dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan
kesejahteraan bersama.
#IdulAdha
#BawasluTolitoli
#AyoAwasiBersama